Jika suatu saat kau datang kembali dalam hidupku, dan kembali merajut mimpi bersama, aku akan dengan hati menerimamu karena aku sangat merindukan dirimu. Tapi jika kau hanya datang untuk mampir lantas pergi kembali tanpa jejak yang pasti, mungkin aku akan coba menghilangkan bayanganmu bersamaku.
Namun, ketidak berdayaan diriku membuatku selalu membuka pintu maaf untukmu. Karena hatiku selalu berkata bahwa kau masih temanku, teman yang sama seperti dulu. Sekeras apapun aku coba tak mengingatmu, nyatanya pikiranku selalu membuka tempatnya untukmu.
Bukan karna aku menginginkan itu, tapi karena kenangan masa lalu yang indah sehingga aku selalu berharap dapat kembali ke masa itu. Walau nyatanya aku tak dapat melawan waktu. Waktu tak kan dapat berputar kembali seperti dulu.
Semoga kenangan kebersamaan kita dapat mengajarkan kita tentang arti kebersamaan juga kesetiakawanan, serta rasa saling memiliki dan saling menyayangi.
Aku masih akan selalu berdoa agar kau diberikan jalan terbaik oleh-Nya, sampai bertemu disuatu hari :)
Namun, ketidak berdayaan diriku membuatku selalu membuka pintu maaf untukmu. Karena hatiku selalu berkata bahwa kau masih temanku, teman yang sama seperti dulu. Sekeras apapun aku coba tak mengingatmu, nyatanya pikiranku selalu membuka tempatnya untukmu.
Bukan karna aku menginginkan itu, tapi karena kenangan masa lalu yang indah sehingga aku selalu berharap dapat kembali ke masa itu. Walau nyatanya aku tak dapat melawan waktu. Waktu tak kan dapat berputar kembali seperti dulu.
Biarlah yang lalu itu menjadi kenangan, saat ini adalah apa yang terjadi, dan hari esok adalah teka teki.
Kita tak kan pernah tahu, bagaimana kita dihari esok. Bisa jadi esok adalah kejutan tentang nostalgia masa lalu yang indah...Semoga kenangan kebersamaan kita dapat mengajarkan kita tentang arti kebersamaan juga kesetiakawanan, serta rasa saling memiliki dan saling menyayangi.
Aku masih akan selalu berdoa agar kau diberikan jalan terbaik oleh-Nya, sampai bertemu disuatu hari :)
Dari,
Temanmu yang masih sama seperti dulu :)