Sabtu, 30 April 2016

Kangen!

Kangen! Kangen! Kangen!
Malam ini lagi ga ada kerjaan dan iseng stalkerin temen-temen lama, ya ampuuun kalo liat mereka rasanya kangeeeeeeen banget, jadi inget jaman-jaman Sd dulu. Rasanya udah pindah bertahun-tahun dan jaman dulu belom booming sosmed bikin aku lost contact sama mereka semua. Mungkin mereka udah gainget, tapi aku disini masih ingat. Mungkin mereka sudah temukan yang baru dan lebih baik, tapi bagiku ketika aku melihat sosmed nya aku seperti kembali kalau dia adalah temanku. Teman sepermainan. Teman seperumahan.

Mungkin mereka semua juga sudah tak sedekat dulu karena beda sekolah, beda lagi temannya dan mungkin itu yang membuat mereka juga mudah melupakan teman lama. Tapi, bagiku, ketika aku punya teman baru teman ku yang lain masih tetap temanku, tak peduli dia lama atau baru, yang kutahu mereka semua temanku. Aku terlalu takut untuk menyapanya atau bahkan mengatakan hai pada mereka, aku punya pengalaman buruk tentang itu. Aku pernah seperti itu tetapi apa daya bertahun-tahun tak bertemu pasti kalau ditanyapun lupa, ya begitulah memang sifat manusia yang pelupa.

Ada perasaan membuncah yang ingin aku utarakan kepada mereka, aku ingin bertanya bagaimana kabarnya, lalu sekarang sibuk apa, aku ingin obrolan-obrolan ringan yang membuat kita kembali ke masa saat kita dekat dulu, tapi sulit. Jika keinginan itu hanya aku yang punya percuma saja, dan jika mereka bahkan tak peduli lagi bagaimana bisa aku tetap memaksa, terima saja kenyataannya.

Semoga kalian disana baik-baik saja ya, teman.. Tak apa jika kalian tak ingat, biar aku yang ingat semuanya dari sini. Buatku mengingat masa manis bersama kalian terkadang memberiku semangat terus menerus. Dan untuk K yang pernah aku tulis namanya dalam suratku, saat itu aku sangat malu sekali karna tak kusangka surat itu pernah sampai ditanganmu dan juga terbaca oleh kakakmu (kata temanku lho!) peace! ^.^
Tapi, aku selalu menganggapnya tak pernah memberikan kepadamu, lupakan saja ya..

Hai!

Hai! Kurasa kata itu yang akan aku ucapkan kalaku bertemu denganmu. Bingung. Apa yang harus kukatakan padamu? haruskah kutanyakan kabarmu dulu atau langsung kukatakan aku merindukanmu? Tak mengerti apa yang membuatku tergugah untuk terus menulis tentangmu. Yang kutahu aku hanya ingin menulisnya. Mungkin karena aku masih belum menemukan orang lain yang dapat membuatku rindu seperti halnya aku merindukanmu.

Lama, lama sekali... bagiku semuanya seperti air yang mengalir dan tak kuketahui dimana muaranya, aku masih terus berjalan seperti adanya. Lama juga tak kutulis harianku disini, akhir - akhir ini kegiatanku benar-benar padat. Saat senggang ingin sekali rasanya menulis, tapi lagi-lagi aku harus tulis apa? Baiklah, aku hanya akan menulis apapun yang ingin kutulis. Jangan katakan aku tidak jelas, memang seperti inilah adanya.

Jika aku merindukanmu itu artinya aku sedang membayangkan dapat bertemu, berbicara dan kembali berbagi cerita bersama, bermain seperti halnya yang pernah kita lakukan, berjalan seperti kita tak pernah berhenti, tertawa karna kita begitu bahagia bisa melihat satu sama lain dan memiliki banyak waktu untuk dihabiskan bersama, namun kala aku menyadari itu hanya kenangan dari masa lalu aku seperti tak berdaya. Mungkin jika kau ada disini sekarang, aku akan menarikmu untuk menemaniku nonton di bioskop, bermain pump di time zone atau bahkan merengek untuk mau kuajak jalan-jalan, dan membawamu ke toko buku kesukaanku. Rasanya ingin kulakukan semuanya bersamamu, tapi aku sadar aku hanya sedang menghayal. Baiklah abaikan hayalanku ini. Hilang. Ting!

Sudah dulu yaaaaa! ^^