Selasa, 30 Juni 2015

Nostalgia

Tadi malam saat aku sholat tarawih dan telah selesai sholat isya di musholla dekat rumah aku melihat banyak anak anak bermain, berlari, berisik dan bersenang ria di tengah tengah ceramah. Saat itu juga aku jadi nostalgia masa kecilku.

Aku jadi ingin kembali ke masa kecil yang gembira, riang dan menyenangkan. Aku jadi teringat pada saat yang ku kenal hanya bermain, bermain, bermain lalu belajar. Saat dimana ibu dan ayahku sering bolak balik mengunciku di kamar karna yang kumau hanya bermain dan jajan.

Masa dimana aku jadi anak paling nakal karena suka keluyuran tak tentu arah, bandel karna suka manjat pohon ceri di depan masjid saat sholat jumat, diomelin guru TK karna berangkat sekolahnya nyamper temen, belajar sepeda sampai jatuh dan terluka hanya berdua dengan teman.

Lalu bermain terus pagi, siang, sore bahkan malam. Sampai sampai ayahku harus mematikan lampu dapur dan menakutiku pada hantu jika aku ingin keluar rumah.

Dan saat aku SD aku mulai bisa mengontrol bermain ku sedikit dan hanya sedikit, sepanjang sekolah bermain karet, petak umpet, petak jongkok, benteng-bentengan, gobak sodor, lari-larian, dan masih banyak lagi.

Namun bukan hanya permainan itu yang aku rindukan tapi juga permainan bela diri denganmu, masak mie bersama, main bersama, solat bersama dan bahkan kau rela menuliskan jadwal ujian ketika akh tak masuk sekolah, mengantarnya kerumah walaupun aku sudah tau lebih dulu jadwal itu hehe.. Tapi kuhargai usahamu.

Aku jadi rindu pada orang yang suka menguntitku diam-diam dan kau adalah orang pertama yang mau main lama di rumahku, sepanjang hari. Hujan - hujanan bersama dan ujung-ujungnya harus pulang dengan basah kuyup hihi

Beep! Back to reality.. sekarang bahkan aku tak bisa melakukan itu lagi bersamamu. Huahhh sudah dulu ya nostalgianya, aku takut semakin rindu kepadamuu :) take care ya wherever you are :D 

Senin, 29 Juni 2015

Yang kulihat hanya kamu

Ketika semua kenangan tentangnya lenyap dimakan tahun demi tahun yang kulalui sendiri aku masih berharap ia dapat merasakan perasaan rindu ini. Lenyap bukan berarti hilang, terhempas atau bahkan pergi namun lenyap bagiku adalah perasaan rindu yang menyusup jauh ke dalam jiwa bukan lagi hanya dalam hati.

Setiap doa ku tak henti hentinya kusebut kau.. Setiap mengingatmu aku hanya dapat merasakan perasaan sedih, sedih karna banyak orang yg merindukan belahan jiwanya dapat bertemu sedangkan aku bahkan tak bisa sejenak pun memandangmu. Kehilangan sosokmu untuk waktu yang sangat lama.

Dalam renunganku mengapa sampai dengan detik ini aku tak menemukan orang lain dalam hidupku? Itu karena aku masih belum bisa lepas darimu, aku selalu berharap orang yang kutemui itu kamu. Dan itu adalah salahku jika sampai detik ini tak ada seorangpun disisiku. Aku masih belum bisa melepaskan pandangku darimu. Aku hanya terus melihatmu, namun tak sampai untuk ku jangkau.

Jika jalanku bukan jalanmu lalu kenapa jalanmu bukan pula jalanku? Melepasmu jauh lebih berat, lebih sulit dan lebih lama daripada aku mencintaimu..

Setiap kali ku menulis yang terlintas adalah tulisan tanganmu yang berantakan. Setiap ku berjalan aku mengingat jalanmu yang mengikutiku dari belakang. Setiap aku memasak yang ku lihat kenangan kita memasak mie rebus.

Aku menikmati itu, sedihku bukan karna aku tak dapat menjangkaumu, tak dapat melihatmu, tak dapat berhubungan denganmu. Tapi sedihku karna aku tak menemukanmu, walau saat ini era modern telah berubah, media sosial dimana mana, menemukan siapa yang tak dapat ditemukan tapi ketika aku berusaha mencarimu aku masih belum bisa menemukanmu. Maaf jika aku belum menemukanmu..

Semoga kau disana baik baik saja, aku disini selalu ada dan berdoa untukmu.

Yang merindukanmu selalu