Jumat, 12 September 2014

20.30

Malam ini seliran angin lebut menerpa sebagian rambut yang kubiarkan jatuh bertebangan, tepi jalan yang mulai sepi menandakan hari sudah malam namun tak kutemukan teka teki itu. Teka teki yang membuatku harus bingung, diam juga perasaan dilema.

Rasa rindu yang lama tak kurasa kini kembali lagi bersama semilir angin itu, ikut terbang dan menari disekeliling ku. Berjuta rasa di dadaku seakan tak sanggup lagi untuk aku ungkapkan, aku hanya perlu kepastian tentang rasa ini.

Seringkali kurasa hal ini terjadi, namun selalu saja seerti itu, perasaannya ada tanpa objek yang nyata. Apakah ini hanya kepekaan semata dari seseorang? Aku tak tahu, tapi setiap rasa ini kembali memuncak yang bisa kulakukan hanya menulis. Mungkin hanya dengan ini, aku dapat menggambarkan perasaanku.

Merasakah hal ini berulang kali membuatku penasaran, ada apa dengan semua perasaan ini? Apakah ia yang juga jauh disana merasakah sama seperti yang aku rasakan? Jika ya, kenapa tak katakan saja. Seperti ini jutstru membuatku semakin tersiksa, terkadang akupun hanya dapat memendam rapat perasaan itu dan aku simpan dalam - dalam, merasakan seolah tak pernah terjadi.

Walaupun rasa penasaran itu, akan beriring bersama perasaan ini pula :')


Selasa, 09 September 2014

eL De eR



LDR 


Kadang kita tak pernah tahu seberapa jauh jarak yang telah memisahkan antara kamu dan aku, tapi awalnya aku hanya berpikir bahwa jarak takkan menjadi hambatan hubungan kita namun sekarang jarak itu semakin terukur, terlihat dengan mata kepala dan terasa semakin jauh. Akankah semua yang sudah kita bangun untuk waktu yang lama akan segera hilang bersama dengan rapuhnya jarak itu? 


Jarak merupakan sebuah tembok tanpa batas, mungkin dulu aku senang saat kita memulai hubungan jarak jauh aku merasa saat ini adalah saat yang tepat untuk memulai kepercayaan juga kesetiaan, tapi apalah arti semua itu jika kita tak bisa jujur terhadap diri sendiri? Dengan aku bilang tak apa apa saat kau menanyakan kabarku, sebenarnya itu ada apa apa. 


Terkadang berlilit masalah yang kumiliki namun saat aku butuh seseorang untuk ada disampingku, aku selalu teringat padamu. Sesekali aku ingin kau tahu masalahku, namun aku juga tak ingin menyusahkanmu atau bahkan merepotkanmu. Itu saja tak lebih, karena aku tak mau kau datang hanya untuk mengunjungiku dan kembali pulang, aku tahu itu adalah hal yang melelahkan. 


Aku mencoba berbagi dengan sesama teman, tapi tak satupun dari mereka yang mengerti. Entah apakah perasaanku yang sudah tak peka dengan kepeduliannya atau mereka memang tak peduli kepadaku? Entahlah. 


Dari sekian banyak halangan antara aku dengannya hanya ada satu yang dapat membuat pertahanan itu hancur, yaitu kebohongan dan ketidakpercayaan yang semakin lama semakin meragukan. Bukan aku meragukannya namun aku meragukan kodrat manusia yang sangat mudah tergoda oleh yang lain. Aku hanya takut ia pergi dengan yang lain, aku takut dia mulai berkata tak jujur kepadaku, dan aku takuuuut sekali dia pergi meninggalkanku. 


Berkali – kali kucoba untuk mengerti, untuk mulai memahami namun jarakkah yang membuatku semakin tak mengenal dirinya? Atau memang benar ada orang lain diantara kami? 


Sekarang kau semakin pergi, menghilang dari hidupku walau kutahu kamu masih ada disitu tapi aku merasa itu bukan dirimu. Ingatlah perasaan seorang wanita itu sunggu peka. Hanya saja ia perlu beberapa kali untuk meyakinkan perasaannya itu. 


Cintaku, mungkin terkadang kau suka bilang aku egois tapi bukan itu masalahnya, alasaannya cukup simple hanya karena aku tak ingin kau pergi itu saja. Dan mungkin kau tak mengerti itu. 


Long distance relationship, itulah nama lain hubungan kita namun nama itu takkan ada artinya tanpa komunikasi yang efektif. Bukan berarti setiap waktu harus selalu terhubung, tidak. Hanya saja kamunikasi itu tahu dan mengerti saat mana aku butuh dirimu dan saat mana aku butuh sendiri dan bergabung dengan teman – temanku. Itulah yang sulit. 


Tak jarang, mereka yang sering ribut akan hal itu sebenarnya hanya karena komunikasi. Seperti, sedang kumpul dengan teman tapi sibuk di teleponin, sedang ngerjain tugas bersama sibuk di smsin. Jika tak ada balasan, mereka selalu marah marah dan sibuk beradu argumen. Jika sudah seperti itu, apakah hubungan itu masih dikatakan sehat? Memang setiap hubungan pasti ada permasalahan tapi bukan itu masalahnya.

Sama seperti kamu dan aku saat ini, aku melihat kau sudah jenuh denganku dan sepertinya kita belum saling mengerti satu sama lain. Hubungan jarak jauh itu hanya perlu mengerti dan memahami sifat, sikap dan kesibukan yang sama kita lakukan. Namun pengertian itu telah berubah menjadi monster yang selalu ingin mengatur kembali kehidupanku. Maafkan aku sayang jika akhirnya aku menyerah untuk hal yang satu ini. Dan aku sudah putuskan untuk lebih melepaskanmu dibanding aku harus kehilangan masa masa remajaku. Jika memang suatu saat kita akan berjodoh aku yakin jarak itu bukan lagi pernghalang bagi hubungan kita. 



Note: sebenarnya cerita ini, terinspirasi dari teman yang mulai terbatas oleh sebuah hubungan :)

Selasa, 02 September 2014

19.58

Selasa, 02 September 2014

Detik ini, saat ini dan hari ini aku sungguh merindukannya. Kangen melihat senyumnya, tawanya, tingkahnya, sepedanya dan semua yang ada pada dirinya. Entah kenapa rindu itu, perlahan masuk menusuk relung jiwa yang paling dalam. Seakan merasa jika ketidakhadirannya disisiku mengingatkan kembali masa yang lalu.

Flashback, itulah yang kulakukan saat ini. Mencoba kembali ke dalamnya namun aku harus kembali pada kenyataan, bahwa ia tak lagi bersamaku.Mengapa ini semua tiba-tiba terjadi? Apakah perasaan rinduku ini dirasakan juga olehnya?

Jika bisa kupinta, mungkin aku lebih meminta saat kebersamaan kita bisa lebih panjang dari yang kukira. Dulu mungkin aku belum merasakan kehadirannya disisiku tapi saat ia pergi aku sangat kehilangannya. Kehilangan yang begitu dalam, sampai harus aku meneteskan air mata. Ternyata kebersaan itu baru akan terasa saat aku merasa kehilangan.

Bisakah aku kembali lagi bersamamu? Walau kutahu hubungan kita takkan sebaik dulu tapi setidaknya aku ingin ada tali silaturahmi diantara kita, agar dapat memecahkan jiwa yang telah lama keram menjadi luluh kembali.

Aku bukan tak percaya diri saat itu, namun aku tahu diri, aku tahu siapa aku. Dan waktu itu aku hanya dapat mengagumimu dari jauh. Jauh karena pikiran kita tak melayang dalam satu angan yang sama. Tapi kesibukan, perlahan memisahkan kita membuat jarajk diantara kita semakin jelas. Bahkan sampai tak ada lagi pertemuan itu.

Tapi ingatlah, aku akan selalu ada saat kau kembali. Dan aku akan selalu merindukanmu.
I Miss You, hope you fine wherever you are <3 ({})