Sabtu, 19 Juli 2014

surat untuk sahabat

Dear temanku yang saat ini tak kutahu dimana keberadaanmu..

Hai kawan, apa kabarmu? Lamaaaaa sekali tidak bertemu, jujur aku sangat merindukanmu. Aku kangen sama senyum kamu yang selalu menguatkanku disaat apapun. Juga kangen cerita kita tentang cita cita bersama.

Bukankan kita pernah berjanji untuk menaklukan cita bersama sama? Tapi kenapa kau lebih dulu meninggalkanku, dan meninggalkan cita cita kita?
Sejak kamu pindah dari sekolah, aku merasa ada yang kurang dari hari hariku. Ketidakhadiranmu memberi kesan berbeda pada hariku.
Kawan, masih ingatkan engkau tentang Netherland, Belanda? Sebuah tempat yang ingin kau kunjungi untuk kita sama sama mencari ilmu suata saat nanti. Aku yakin kau pasti masih ingat.

Jujur saja, kawan. Sejak tak ada dirimu disekolah, aku berharap dapat bertemu kamu disuatu tempat tanpa disengaja tapi sampai dengan saat ini aku belum juga dapat menemukanmu. Oya, sampai saat ini juga belum ada yang bisa menggantikanmu sebagai sahabat baikku, belum ada tempat berbagi lain yang juga nyaman serta aman. Sekarang semuanya aku simpan sendiri, kawan.

Teman teman disekolah tak ada yang seperti kamu, yang selalu mengerti bagaimana perasaanku, walaupun aku sudah hampir tiga tahun bersama mereka tapi aku belum bisa berbagi kisahku sepenuhnya. Kepercayaanku masih kepadamu. Sulit untuk mempercayakan orang begitu saja, tapi kalau sudah percaya tak bisa lagi di ganggu gugat.

Kawanku, kenapa tak ada lagi kabar darimu beberapa bulan terakhir ini? Apa kau sudah tak ingin menjadi temanku lagi? Pindah kemana dirimu sekarang teman? Aku coba menghubungi semua nomer teleponmu tapi tak satupun yang masih aktif, kenapa begitu mudah mengganti nomer telepon sih? Sekarang aku jadi bingung, harus bagaimana berhubungan denganmu.

Terakhir ku dengar kabar, kamu homeschooling dan bekerja disalah satu dealer, trus kamu juga sempat mempertanyakan janji kita, apakah aku masih ingat dengan janji kita bersama? Itu pertanyaan retoris bagiku, karena tanpa perlu kau tanya, aku akan selalu ingat.

Kawanku, dimanapun kamu berada aku hanya dapat mendoakanmu supaya kau selalu dalam keadaan baik saja dan dimanapun kau semoga Allah selalu melindungi serta memberkahi setiap langkahmu, aamiin..
Semoga kau dapat dengan segera mengabariku tentang kabarmu ya.. :) dan ingatlah dengan janji kita, aku yakin suatu saat kita pasti dapat bertemu dan pergi bersama menuju tempat impian kita, aamiin :)


Dari, 
Temanmu yang menunggu kabar darimu


Rabu, 09 Juli 2014

Itu Kau...

Kedatanganmu membuatku kembali ke masa lalu

Dadaku membusung ketika tahu, kaulah laki laki itu.. Lelaki yang selama ini melarikan diri dariku, seketika menjauh dariku begitu saja. Pertemuan kita, lima tahun lalu membuat aku semakin mengingat wajahmu serta postur tubuh yang semakin bongsor itu. Aku tahu walau kenyataannya kau tak pernah anggap aku ada. Dan itu semua karena kesalahanku.

Memang semua itu, adalah hal bodoh yang selalu teringat dalam benakku. Yang selalu mengatakan kalau aku cinta kamu, tapi rupanya kau hanya menganggap semuanya bualan. Jelas jelas raut wajahku tak mengatakan kalau semuanya bualan dan semuanya nyata, kau yang hanya menganggapku teman sepermainan tiba tiba hilang dari jangkauanku.

Itu adalah aku beberapa tahu lalu, kini aku bukanlah orang yang sama ketika kau temui aku beberapa tahun yang lalu itu. Aku perempuan yang berbeda tapi masih sama bodohnya dengan dulu yang selalu mencari tahu dimana keberadaanmu, yang mencari tahu bagaimana kehidupanmu. Walau kenyataannya kau tak pernah mengharapkan aku. Tapi aku juga tak pernah mengharap yang sama, aku hanya ingin kita menjadi teman seperti dulu dan melupakan kejadian itu.

Selang beberapa tahun kepergianmu dariku, walau terkadang aku masih ingin tahu tentang dirimu aku hanya dapat mengacuhkannya menganggap kalau kau memang sudah hilang dari dunia, dan ternyata tahun tahun pertama kau pergi itu adalah masa sulit untukku mengabaikan dirimu, aku masih saja terus ingin tahu tentang dirimu. Aku belajar melepasmu selama aku mencintaimu, lima tahun.. Bukan waktu yang singkat untuk move on.

Setelah aku dapat melepasmu, aku kembali membuka hatiku untuk orang lain namun semuanya hanya berlalu tak ada yang benar benar tinggal bersamaku. Maka aku coba untuk menghilang dari kisah ini dari angan tentang cinta, aku beralih. Aku menyibukkan diriku dengan berbagai hal yang selalu membuatku sibuk sampai tak ada waktu yang tersisa untuk memikirkan hal itu.

Sampai akhirnya.. Kau kembali lagi, tepat disaat liburan tiba dan ketidaksengajaan kita bertemu membuatku ingin melarikan diri dari tempat itu. Aku kira kau takkan pernah mengenalku lagi, tapi rupanya kenapa justru kau yang menjebakku untuk tetap berada dimana kita berada saat ini? Sontak aku tak dapat bernafas seketika, dan dadaku membusung menahan emosiku yang membuncah. Aku lari, namun rupanya kau lebih dulu menarikku untuk tetap disitu.

Aku menutup wajahku dan mencoba tenang, kini giliranmu menatap lekat diriku.
"Maafkan aku...."
Dan sebelum kau katakan itu, aku sudah lebih dulu memaafkanmu :)
"Jauh sebelum kata itu keluar dari mulutmu, aku sudah memaafkanmu" Aku berlari sejauh yang aku bisa, dan bersembunyi. Tapi persembunyianku sungguh mudah untuk kau ketahui.
Aku coba lari lagi, dan kamu menarikku lebih keras lagi "Jangan pergi, Mey.." pintamu kepadaku.
"Kau datang saat waktu yang tidak tepat, maaf.." Aku melepaskan peganganmu pelan, dan segera berlari pulang kemana aku tinggal.

Keesokannya, kau sudah ada tepat didepan pintu kamarku, entah darimana kau tahu tempatku berada.
"Ada apa?" Pertanyaanku yang dingin membuatnya menyingkir semula di hadapanku. Kau menggeleng, entah apa maksudnya itu.
"Ma.. af.. atas.. kebodohanku.." itulah yang kau bisikkan ditelingaku. Rasanya aku muak sekali mendengar itu, entah kenapa semula rasa yang begitu besar kini menjadi sebuah rasa tanpa arti sesungguhnya.
"Sudahlah, jangan katakan itu lagi, aku sudah katakan kemarin kalo aku sudah memaafkanmu, dan sekarang kau boleh pergi lagi sesukamu"
"Tapi, aku tak ingin pergi, Mey.. Aku ingin tetap disini, bersamamu"
"Kau datang disaat semuanya sudah berubah, dan perlu kau tahu kata katamu barusan adalah bentuk penghianatanmu padaku dulu. Aku tak bisa bersamamu disini, Rey."
"Kenapa? Apa ada laki laki lain yang sudah mengisi hatimu?"
"Ya!"
"Siapa?"
"Kau mau tahu siapa?! Itu kau, Rey! Selama ini kemana saja dirimu? Kau datang disaat aku sudah tak ingin melihatmu. Karena jika aku melihatmu kembali, aku hanya akan membuka luka itu lagi" Aku masuk kedalam kamarku, dan mengingat apa yang baru saja aku katakan, kata kata bodoh yang tak pernah aku ucapkan beberapa tahun belakangan.

just post

Bla Bla Bla

Semua yang kulihat belum tentu dapat kurasa,
kudengar, ku dendangkan
Tapi semua yang kurasa
Dapat terlintas di penglihatanku
Dapat kurasa dengan hatiku
Dapat kudengar dengan alunan merdu musik itu
Dan bersama ku dendangkan sebuah lagu

Yang kupikir baik
Tak semua berakhir dengan baik

Dan tak semua yang kupikir buruk
Tak selalu buruk diakhir jalanku

Tapi aku yakin semua yang kupercaya
Dapat berakhir lebih indah
Walau terkadang waktu menjadi penentunya
Walau terkadang aku harus terus berlari bersama waktu

Aku sadar..
Kalau waktu memang akan terus berjalan
Dan mungkin aku tak dapat selalu beriringan dengan waktu
Tapi waktu mengiringiku
Percayalah itu..
Hanya satu yang perlu ku yakini
Akan kebesaran Tuhan
Sang Pemilik Waktu

Dua minggu yang telah lama berlalu



Dua Minggu Sudah

dua minggu sudah kita tak bertemu
serasa berbulan bulan tak bertemu
serasa hidupku mulai hambar tanpa adanya dirimu
serasa aku sendiri, sepi tanpamu

dua minggu sudah kita tak bertemu
entah ada apa dengan hariku
seperti ada yang hilang, pergi tanpa salam
entah kenapa dengan diriku
yang selalu gelisah kala aku mengingatmu

dua minggu sudah kita tak bertemu
kulalui hariku tanpa tawamu
kulalui langkahku tanpa hadirmu
kulalui sedihku tanpa senyummu

dua minggu sudah kita tak bertemu
aku harap kau dapat datang menemuiku
kuharap kau kembali dalam hidupku
dua minggu sudah kita tak bertemu
dan aku hanya dapat berkata aku merindukanmu

by : yuliana dwi wijayanti :*

cuma iseng aja :)


MERINDU LAGI

Sejak saat pertama melihat senyumannya
Jantung berdebar-debar, inikah pertanda
Namun ternyata salah, harapanku pun musnah
Sejak aku melihat kau selalu dengannya

Tuhan tolong aku ingin dirinya
Rindu padanya, memikirkannya
Namun mengapa saat jatuh cinta
Sayang sayang dia ada yang punya

Mungkin ku harus pergi untuk melupakannya
Dalam hati berkata tak kan sanggup pergi

Tlah kucoba menghapus bayang-bayang indah
Tetapi selalu aku merindu lagi

Oh mengapa ku tak bisa
ku tak bisa, ku tak bisa

Tuhan tolong
Tolong aku jatuh cinta pada kekasih orang
Ingin lupa ku tak bisa
Sayang sayang dia ada yang punya

Sekarang aku lagi coba buat cerita dari sebuah lagu Yovie and Nuno yang liriknya tuh pas banget sama keadaan aku sekarang. Aduhh aku juga lagi jatuh cinta nih sama sesorang dari senyumnya juga. Senyumnya tuh maniiiis banget. 

Dan rasanya tuh kalo dideket dia maunya senyum mulu, abis ngeliat senyumnya aja udah seneng banget apalagi kalo lagi deket sama yang punya senyum. Aaaaaahh Cinta ternyata merubah segala, merubah badmood jadi mood, merubah sedih jadi seneng, merubah bete jadi gembira. Dan mengubah apapun yang negatif menjadi hal positif. 

Ternyata bener ya cinta itu anugerah banget. Aku bener bener bersyukur sama Allah Yang Maha Cinta, sungguh indah segala ciptaanNya, 

Ya Allah aku gak bisa bilang apa apa lagi, selain aku harus berterima kasih kepadamu ya Rabb.
Eh iya ko jadi curhat ya.. Lanjut ah kecerita aku. 

Iya jadi aku tuh lagi ngerasain yang namanya jatuh cinta kan ya? Tapi tapi dan tapi, aku takut dia udah punya kekasih, sebenernya gak masalah juga sih, lagian aku cuma seneng merhatiin dia diam diam daripada ketauan, kalo ketauan nanti jadi gawatt :D . jaman sekarang gitu mana ada laki laki yang gak punya pacar? jarang banget banget 

Sebagian dari mereka tuh pada malu kalo gak punya pacar, sampai baru pacaran aja udah dibeliin ini itu ini itu. ya gak? 

Aku sih gak mau kaya lirik yang diatas tuh yang katanya “tlah ku coba menghapus bayang bayang indah tetapi selalu aku merindu lagi” 

sesungguhnya aku justru gak pernah mau buat menghapus bayang indah itu, karena bayang itu udah dengan sendiri menjadi bingkai dihatiku.

Bayangan indah itu bagai air putih yang aku perlu meminumnya saat aku kehausan begitu juga dengan cinta. 

Apa aku bisa memilikimu? Apa kamu bisa menerima aku? menerima segalah kekuranganku? dan menjadi satu bersamaku menjadi kita? Kamu tahu gak? #Halaaaahh jangan kebanyakan ngayal deh inget dong kalo lagi duduk

Kalau aku udah berharap banget sama kamu, walaupun nanti aku harus kecewa. tapi sekali lagi ya, aku bener bener mengharap sama kamu. Disetiap doaku kini, tak lupa pula doaku untukmu. Semoga kita berjodoh, aamiin:D