Rabu, 09 Juli 2014

Itu Kau...

Kedatanganmu membuatku kembali ke masa lalu

Dadaku membusung ketika tahu, kaulah laki laki itu.. Lelaki yang selama ini melarikan diri dariku, seketika menjauh dariku begitu saja. Pertemuan kita, lima tahun lalu membuat aku semakin mengingat wajahmu serta postur tubuh yang semakin bongsor itu. Aku tahu walau kenyataannya kau tak pernah anggap aku ada. Dan itu semua karena kesalahanku.

Memang semua itu, adalah hal bodoh yang selalu teringat dalam benakku. Yang selalu mengatakan kalau aku cinta kamu, tapi rupanya kau hanya menganggap semuanya bualan. Jelas jelas raut wajahku tak mengatakan kalau semuanya bualan dan semuanya nyata, kau yang hanya menganggapku teman sepermainan tiba tiba hilang dari jangkauanku.

Itu adalah aku beberapa tahu lalu, kini aku bukanlah orang yang sama ketika kau temui aku beberapa tahun yang lalu itu. Aku perempuan yang berbeda tapi masih sama bodohnya dengan dulu yang selalu mencari tahu dimana keberadaanmu, yang mencari tahu bagaimana kehidupanmu. Walau kenyataannya kau tak pernah mengharapkan aku. Tapi aku juga tak pernah mengharap yang sama, aku hanya ingin kita menjadi teman seperti dulu dan melupakan kejadian itu.

Selang beberapa tahun kepergianmu dariku, walau terkadang aku masih ingin tahu tentang dirimu aku hanya dapat mengacuhkannya menganggap kalau kau memang sudah hilang dari dunia, dan ternyata tahun tahun pertama kau pergi itu adalah masa sulit untukku mengabaikan dirimu, aku masih saja terus ingin tahu tentang dirimu. Aku belajar melepasmu selama aku mencintaimu, lima tahun.. Bukan waktu yang singkat untuk move on.

Setelah aku dapat melepasmu, aku kembali membuka hatiku untuk orang lain namun semuanya hanya berlalu tak ada yang benar benar tinggal bersamaku. Maka aku coba untuk menghilang dari kisah ini dari angan tentang cinta, aku beralih. Aku menyibukkan diriku dengan berbagai hal yang selalu membuatku sibuk sampai tak ada waktu yang tersisa untuk memikirkan hal itu.

Sampai akhirnya.. Kau kembali lagi, tepat disaat liburan tiba dan ketidaksengajaan kita bertemu membuatku ingin melarikan diri dari tempat itu. Aku kira kau takkan pernah mengenalku lagi, tapi rupanya kenapa justru kau yang menjebakku untuk tetap berada dimana kita berada saat ini? Sontak aku tak dapat bernafas seketika, dan dadaku membusung menahan emosiku yang membuncah. Aku lari, namun rupanya kau lebih dulu menarikku untuk tetap disitu.

Aku menutup wajahku dan mencoba tenang, kini giliranmu menatap lekat diriku.
"Maafkan aku...."
Dan sebelum kau katakan itu, aku sudah lebih dulu memaafkanmu :)
"Jauh sebelum kata itu keluar dari mulutmu, aku sudah memaafkanmu" Aku berlari sejauh yang aku bisa, dan bersembunyi. Tapi persembunyianku sungguh mudah untuk kau ketahui.
Aku coba lari lagi, dan kamu menarikku lebih keras lagi "Jangan pergi, Mey.." pintamu kepadaku.
"Kau datang saat waktu yang tidak tepat, maaf.." Aku melepaskan peganganmu pelan, dan segera berlari pulang kemana aku tinggal.

Keesokannya, kau sudah ada tepat didepan pintu kamarku, entah darimana kau tahu tempatku berada.
"Ada apa?" Pertanyaanku yang dingin membuatnya menyingkir semula di hadapanku. Kau menggeleng, entah apa maksudnya itu.
"Ma.. af.. atas.. kebodohanku.." itulah yang kau bisikkan ditelingaku. Rasanya aku muak sekali mendengar itu, entah kenapa semula rasa yang begitu besar kini menjadi sebuah rasa tanpa arti sesungguhnya.
"Sudahlah, jangan katakan itu lagi, aku sudah katakan kemarin kalo aku sudah memaafkanmu, dan sekarang kau boleh pergi lagi sesukamu"
"Tapi, aku tak ingin pergi, Mey.. Aku ingin tetap disini, bersamamu"
"Kau datang disaat semuanya sudah berubah, dan perlu kau tahu kata katamu barusan adalah bentuk penghianatanmu padaku dulu. Aku tak bisa bersamamu disini, Rey."
"Kenapa? Apa ada laki laki lain yang sudah mengisi hatimu?"
"Ya!"
"Siapa?"
"Kau mau tahu siapa?! Itu kau, Rey! Selama ini kemana saja dirimu? Kau datang disaat aku sudah tak ingin melihatmu. Karena jika aku melihatmu kembali, aku hanya akan membuka luka itu lagi" Aku masuk kedalam kamarku, dan mengingat apa yang baru saja aku katakan, kata kata bodoh yang tak pernah aku ucapkan beberapa tahun belakangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar