Ketika semua kenangan tentangnya lenyap dimakan tahun demi tahun yang kulalui sendiri aku masih berharap ia dapat merasakan perasaan rindu ini. Lenyap bukan berarti hilang, terhempas atau bahkan pergi namun lenyap bagiku adalah perasaan rindu yang menyusup jauh ke dalam jiwa bukan lagi hanya dalam hati.
Setiap doa ku tak henti hentinya kusebut kau.. Setiap mengingatmu aku hanya dapat merasakan perasaan sedih, sedih karna banyak orang yg merindukan belahan jiwanya dapat bertemu sedangkan aku bahkan tak bisa sejenak pun memandangmu. Kehilangan sosokmu untuk waktu yang sangat lama.
Dalam renunganku mengapa sampai dengan detik ini aku tak menemukan orang lain dalam hidupku? Itu karena aku masih belum bisa lepas darimu, aku selalu berharap orang yang kutemui itu kamu. Dan itu adalah salahku jika sampai detik ini tak ada seorangpun disisiku. Aku masih belum bisa melepaskan pandangku darimu. Aku hanya terus melihatmu, namun tak sampai untuk ku jangkau.
Jika jalanku bukan jalanmu lalu kenapa jalanmu bukan pula jalanku? Melepasmu jauh lebih berat, lebih sulit dan lebih lama daripada aku mencintaimu..
Setiap kali ku menulis yang terlintas adalah tulisan tanganmu yang berantakan. Setiap ku berjalan aku mengingat jalanmu yang mengikutiku dari belakang. Setiap aku memasak yang ku lihat kenangan kita memasak mie rebus.
Aku menikmati itu, sedihku bukan karna aku tak dapat menjangkaumu, tak dapat melihatmu, tak dapat berhubungan denganmu. Tapi sedihku karna aku tak menemukanmu, walau saat ini era modern telah berubah, media sosial dimana mana, menemukan siapa yang tak dapat ditemukan tapi ketika aku berusaha mencarimu aku masih belum bisa menemukanmu. Maaf jika aku belum menemukanmu..
Semoga kau disana baik baik saja, aku disini selalu ada dan berdoa untukmu.
Setiap doa ku tak henti hentinya kusebut kau.. Setiap mengingatmu aku hanya dapat merasakan perasaan sedih, sedih karna banyak orang yg merindukan belahan jiwanya dapat bertemu sedangkan aku bahkan tak bisa sejenak pun memandangmu. Kehilangan sosokmu untuk waktu yang sangat lama.
Dalam renunganku mengapa sampai dengan detik ini aku tak menemukan orang lain dalam hidupku? Itu karena aku masih belum bisa lepas darimu, aku selalu berharap orang yang kutemui itu kamu. Dan itu adalah salahku jika sampai detik ini tak ada seorangpun disisiku. Aku masih belum bisa melepaskan pandangku darimu. Aku hanya terus melihatmu, namun tak sampai untuk ku jangkau.
Jika jalanku bukan jalanmu lalu kenapa jalanmu bukan pula jalanku? Melepasmu jauh lebih berat, lebih sulit dan lebih lama daripada aku mencintaimu..
Setiap kali ku menulis yang terlintas adalah tulisan tanganmu yang berantakan. Setiap ku berjalan aku mengingat jalanmu yang mengikutiku dari belakang. Setiap aku memasak yang ku lihat kenangan kita memasak mie rebus.
Aku menikmati itu, sedihku bukan karna aku tak dapat menjangkaumu, tak dapat melihatmu, tak dapat berhubungan denganmu. Tapi sedihku karna aku tak menemukanmu, walau saat ini era modern telah berubah, media sosial dimana mana, menemukan siapa yang tak dapat ditemukan tapi ketika aku berusaha mencarimu aku masih belum bisa menemukanmu. Maaf jika aku belum menemukanmu..
Semoga kau disana baik baik saja, aku disini selalu ada dan berdoa untukmu.
Yang merindukanmu selalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar